Cara Mengantisipasi Risiko Properti Saat Ekonomi Global Tidak Stabil
Mpnews.makmurproperty.com 20/10/2025, 08.40 WIB
Penulis: Nuzul Isnaini M. | Editor : Tim MP News
Malang, Mpnews.makmurproperty.com – Halo, Sobat FaMP! belakangan ini, berita tentang ekonomi global memang sering bikin was-was. Mulai dari ketidakpastian geopolitik, kenaikan suku bunga Amerika Serikat (The Fed), sampai perlambatan ekonomi di Tiongkok, semuanya punya efek domino yang bisa sampai ke Indonesia, termasuk ke sektor properti.
Tapi tenang, bukan berarti Sobat FaMP harus berhenti berinvestasi! Justru di situasi kayak gini, penting banget buat tahu strategi cerdas supaya investasi properti Sobat FaMP tetap aman dan tetap cuan dalam jangka panjang. Yuk, kita bahas satu-satu!
Sekilas Kondisi Ekonomi Global 2025
Menurut laporan World Economic Outlook dari IMF (edisi Oktober 2025):
Pertumbuhan ekonomi dunia melambat ke 2,9%, turun dari 3,2% di tahun 2024.
Negara-negara maju seperti AS dan Eropa masih menghadapi tekanan inflasi dan suku bunga tinggi.
Di sisi lain, pertumbuhan Asia (termasuk Indonesia) masih jadi motor utama ekonomi global dengan proyeksi 5% di 2025.
Sementara itu, Bank Indonesia juga mencatat bahwa suku bunga acuan BI-Rate berada di kisaran 6,25% per Oktober 2025, level tertinggi dalam 3 tahun terakhir. Hal ini berdampak langsung pada suku bunga KPR dan minat beli rumah. Artinya? Kondisi ini bikin investor properti harus lebih selektif, strategis, dan adaptif dalam mengambil keputusan.
1. Fokus pada Properti yang Punya Real Demand
Sobat FaMP, saat ekonomi nggak stabil, hal pertama yang harus diperhatikan adalah permintaan nyata (real demand).Contohnya:
Properti di dekat kampus, rumah sakit, kawasan industri, atau wisata — karena teta ...(bersambung)